Jakarta (KABARIN) - Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan MS, guru besar Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga di Institut Pertanian Bogor, mengingatkan agar kebiasaan minum kopi atau teh selama Ramadan diperhatikan karena kandungan kafeinnya bersifat diuretik dan bisa membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak melalui urine.
“Yang pertama kopi itu bersifat diuretik sehingga orang yang minum kopi akan lebih banyak mengeluarkan cairan via urine, teh itu juga mengandung kafein tetapi mungkin tidak setinggi kopi sehingga dampaknya terhadap sifat diuretik itu tidak sehebat seseorang minum kopi,” kata Ali.
Ia menjelaskan, konsumsi kopi atau teh sebenarnya tidak membahayakan kesehatan secara keseluruhan, tapi efek diuretik dari kafein bisa membuat tubuh cepat dehidrasi, sehingga saat puasa tubuh lebih mudah lemas.
Selain itu, kafein juga bisa membuat seseorang tetap terjaga sehingga mengganggu pola tidur dan istirahat selama Ramadan.
Ali menambahkan, kebiasaan menambahkan gula dalam kopi atau teh juga perlu diperhatikan agar asupan gula tidak berlebihan dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Sedangkan bila dicampur susu, nilai gizi susu tetap ada namun tidak terlalu dominan karena rasa kopi atau teh tetap menjadi utama.
“Oleh karena itu memang saya lebih menganjurkan kalau ketika anda sahur, ketika anda berbuka itu minum cairan-cairan lain, mungkin dampak terhadap problem yang dihadapi tidak terlalu besar,” ujar Ali.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026